Loading...

Ramadhan di beberapa daerah tanah Sumatera

keliling kampung di Palembang saat Ramadhan di sejumlah kampung di Palembang, Sumatera selatan saat bulan Ramadhan tiba unik banget deh. Se...

keliling kampung di Palembang saat Ramadhan
di sejumlah kampung di Palembang, Sumatera selatan saat bulan Ramadhan tiba unik banget deh. Setiap harinya, mulai pukul 2 pagi, mereka berkeliling kampung sampai ke lorong-lorong pemukiman penduduk. Mereka berkeliling sambil menabuh tetabuhan seperti rebana, dan sejumlah peralatan dapur, sambil sesekali membacakan Shalawat Nabi. Ini dilakukan untuk membangunkan para warga yang akan melaksanakan puasa. tujuannya terutama kaum ibu rumah tangga yang akan menyiapkan masakan sahur bagi anggota keluarganya. Tradisi yang biasanya dilakukan para remaja hampir di seluruh gang dan lorong-lorong sejumlah kampung di Palembang ini, sebagai simbol menyambut bulan suci Ramadhan yang telah lama mereka tunggu.


Tradisi Togak Tonggul di RIAU
Bulan puasa di Pelalawan, Riau, disambut dengan tradisi togak tonggul. dimulai dengan iring-iringan warga memasuki lapangan sambil membawa panji-panji adat dan kesukuan. Mereka datang dari 76 kesukuan yang tersebar di berbagai pelosok Pelalawan, Riau. Setelah itu, mereka menggelar pertunjukan pencak silat. Lalu ritual dilanjutkan dengan menyembelih seekor kambing. Ada yg unik nih pendengar RKM, Usai menyembelih kambing para anggota kesukuan kemudian berbaris. Di sinilah mereka diharapkan akan saling mengingat untuk kemudian saling bertegur-sapa jika berpapasan sehingga akan menghilangkan sikap saling bermusuhan. Setelah itu barulah kemudian memasuki acara inti, pengibaran panji-panji. Inilah yang kemudian disebut togak tonggul atau menegakkan tonggak panji adat. Panji-panji yang berkibar saling berdekatan ini bermakna, meski berasal dari kesukuan yang berbeda namun mereka tetap satu.


Balimau di Minangkabau
seperti apa sih tradisi menjelang Ramadhan di Minangkabau? Disana ada satu tradisi yg sudah ada turun temurun sejak ratusan tahun lalu, namanya Balimau. Tradisi ini dilakukan dengan membersihkan diri atau menyucikan diri, dengan limau dan ramuan alami beraroma wangi dari daun pandan wangi, bunga kenanga, dan akar tanaman gambelu, yang semuanya direndam dalam air suam-suam kuku. Setelah itu, dioleskan ke kepala. Makna dari tradisi, untuk membersihkan hati dan tubuh manusia dalam rangka mempersiapkan diri untuk melaksanakan ibadah puasa. Masyarakat tradisional minangkabau zaman dahulu, membersihkan hati dan jiwa dengan mengguyur seluruh anggota tubuh atau keramas, disertai dengan ritual yang memberikan kenyamanan serta kesiapan lahir bathin ketika melaksanakan Ibadah puasa. Namun seiring perkembangan jaman, tardisi ini sekarang tdk di pemandian lagi, melainkan di rumah masing2.


semua makan daging di Aceh
enaknya menjelang bulan Ramadhan bagi warga aceh, semuanya, baik yg mampu atau tdk mampu, bisa menikmati daging. Semua warga aceh menyembelih hewan secara massal. Namanya tradisi meugang. Tradisi meugang sudah ada sejak Sultan Aceh, sekitar tahun 1.400 Masehi. Tradisi ini sudah turun temurun dan sulit dihilangkan disana. meugang biasa dilaksanakan 3 kali dalam setahun, menjelang puasa, saat hari raya idul fitri dan Hari Raya Idul Adha. Bahkan jika tidak ada uang, warga atau instansi tertentu bergotong royong mengumpulkan uang untuk membeli seekor kerbau. Pertimbangannya, ini lebih murah daripada membeli di pasar daging. Jadi, selama dua hari meugang, dapur disana pasti menyebarkan aroma daging. Memasuki hari kedua, masyarakat Acehi ke pantai atau ke tepi sungai untuk menyantap masakan, berkumpul bersama keluarga. Selain itu ada juga yang pergi ke makam keluarga untuk berziarah. Makna dari meugang adalah menghormati datangnya bulan puasa dan datangnya hari raya Idul Fitri.
SERBA-SERBI 1178723494674392205

Posting Komentar

Terima kasih untuk yang sudah berkomentar di blog ini... :)

emo-but-icon

Beranda item

Subscribe Yuuk! :)

Popular Posts

Iklan